Siapa bilang memulai usaha kuliner harus selalu membutuhkan modal besar?
Dengan memulai usaha dari skala kecil, sebuah bisnis kuliner tetap bisa dijalankan dengan modal yang lebih terjangkau loh.
Salah satu bisnis kuliner yang cukup menarik untuk dicoba adalah usaha mieso (mie ayam bakso). Menurut Lumbung Pare E-Journal makanan ini memiliki pasar yang luas karena mie ayam bakso sudah menjadi hidangan favorit banyak orang dari berbagai kalangan.
Tertarik untuk coba usahanya?
Tapi, sebelum itu, cari tahu dulu bagaimana modal dan apa saja biaya yang perlu dipersiapkan.
Karena usaha tidak hanya sekedar berjalan, diperlukan perhitungan modal yang matang!
Nah, melalui artikel ini, kita akan membahas kebutuhan modal, simulasi omset, serta cara memulai bisnis mieso agar lebih mudah diterapkan oleh pemula.
Apakah Usaha Mieso Masih Menjanjikan? Ini Datanya!
Bayangkan menjual makanan yang sudah memiliki “penggemar” sejak lama?
Salah satu alasannya mengapa usaha mieso (mie ayam bakso) masih menarik untuk dicoba adalah karena produk ini menggabungkan dua kuliner yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia, yaitu mie ayam dan bakso.
Data survey dari nusaresearch.net menunjukan bahwa presensi orang yang suka mie ayam ada di angka 52,3% dan bakso ada di angka 47,7%.
Data statis dari Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa rata-rata konsumsi mie dan bakso per kapita seminggu ada di angka tertinggi.
Peluang pasar usaha mieso juga cukup luas karena makanan ini dapat menjangkau berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga dapat menjadi target konsumen karena harganya fleksibel dan porsinya banyak.
Selain itu, usaha mieso juga memiliki keunggulan dari sisi konsep penjualan karena dapat dijalankan dengan berbagai model bisnis, seperti gerobak keliling, warung kecil, kedai makanan, hingga layanan pesan antar online.
Perkembangan usaha bakso dan mie ayam sebagai bagian dari UMKM kuliner menunjukkan bahwa bisnis ini memiliki basis pelanggan yang kuat dan masih memiliki peluang untuk dikembangkan menurut hasil riset Jurnal Ilmiah Ekonomi.
Estimasi Perhitungan Modal Usaha Mieso

Banyak orang mengira bahwa membuka usaha kuliner seperti mieso membutuhkan modal besar karena harus memiliki tempat usaha, peralatan lengkap, dan stok bahan baku yang banyak.
Memulai dari gerobak sederhana atau usaha online juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun pelanggan.
Hal yang paling penting sebelum memulai bukan hanya menyiapkan uang, tetapi juga memahami ke mana saja modal tersebut akan digunakan?
Berikut perkiraan kebutuhan modal yang perlu dipersiapkan:
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya |
| Gerobak/booth usaha | mulai dari Rp3.000.000 – Rp5.000.000 |
| Peralatan masak (panci, mangkuk, sendok, alat penyajian) | mulai dari Rp1.500.000 – Rp3.000.000 |
| Kompor, gas, dan perlengkapan pendukung | mulai dari Rp500.000 – Rp1.500.000 |
| Meja dan kursi pelanggan | mulai dari Rp1.000.000 – Rp3.000.000 |
| Bahan baku awal (mie, bakso, bumbu, sayuran, pelengkap) | mulai dari Rp500.000 – Rp1.500.000 |
| Promosi awal (spanduk, media sosial, promo pembukaan) | mulai dari Rp300.000 – Rp1.000.000 |
Dari rincian tersebut, perkiraan modal awal yang diperlukan untuk membuka usaha mieso adalah:
- Skala kecil/gerobak sederhana: sekitar Rp5 juta – Rp10 juta
- Skala warung atau kedai kecil: sekitar Rp10 juta – Rp15 juta
Dengan modal tersebut, pelaku usaha sudah dapat memulai bisnis mieso dengan perlengkapan dasar dan stok bahan baku untuk operasional awal.
Namun, perlu diingat bahwa modal bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan usaha. Banyak bisnis kuliner yang gagal bukan karena modalnya kecil, tetapi karena perencanaan keuangan yang kurang matang.
Oleh karena itu, penting untuk memisahkan antara modal usaha, biaya operasional, dan keuntungan agar kondisi keuangan bisnis tetap sehat.
Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Modal Usaha Mieso

Besarnya modal yang dibutuhkan setiap pelaku usaha bisa berbeda-beda. Berikut beberapa faktor yang memengaruhi jumlah modal usaha mieso:
a. Konsep Usaha yang Dipilih
Konsep bisnis menjadi faktor utama yang menentukan besar kecilnya modal. Jika memilih berjualan menggunakan gerobak tentu lebih rendah dibandingkan membuka kedai.
Contohnya:
- Gerobak kaki lima: membutuhkan modal lebih hemat karena tidak banyak biaya tempat dan perlengkapan.
- Booth modern: membutuhkan tambahan biaya untuk desain tempat, tampilan usaha dan biaya sewa.
- Kedai mieso: membutuhkan modal lebih besar karena ada biaya sewa tempat, interior, meja kursi, hingga fasilitas pelanggan.
Semakin besar konsep usaha yang akan dibangun, semakin besar pula investasi awal yang harus disiapkan.
b. Jumlah Menu yang Dijual
Menu tambahan juga berpengaruh terhadap kebutuhan modal. Usaha mieso bisa menambah menu mie ayam dan bakso dengan konsep terpisah.
Misalnya:
- Mieso original
- Mieso bakso urat
- Mieso bakso telur
- Mieso pedas level
- Mieso dengan tambahan pangsit atau ceker
- Bakso urat
- Bakso telur
- Bakso pedas level
Semakin banyak pilihan menu, semakin banyak pula bahan baku yang harus disediakan. Namun, variasi menu juga bisa menjadi strategi untuk menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan nilai transaksi.
c. Lokasi Usaha
Lokasi juga memiliki pengaruh besar terhadap modal awal. Membuka usaha di area ramai seperti dekat kampus, sekolah, perkantoran, atau pusat keramaian biasanya memiliki biaya lebih tinggi, terutama jika harus menyewa tempat.
Namun, lokasi strategis dapat memberikan keuntungan karena peluang mendapatkan pelanggan harian lebih besar. Sebaliknya, memilih lokasi dengan biaya murah tetapi sepi pengunjung bisa membuat usaha sulit berkembang.
Karena itu, sebelum menentukan tempat usaha, lakukan survei sederhana seperti:
- Berapa banyak orang yang melewati lokasi tersebut.
- Siapa target konsumennya.
- Berapa harga sewa tempat.
- Bagaimana tingkat persaingan di sekitar lokasi.
d. Jumlah Karyawan
Pada tahap awal, usaha mieso sebenarnya masih bisa dijalankan sendiri atau bersama anggota keluarga untuk menghemat biaya. Namun, jika jumlah pelanggan mulai meningkat, tambahan tenaga kerja mungkin diperlukan agar pelayanan tetap cepat.
Biaya karyawan perlu diperhitungkan karena menjadi salah satu pengeluaran rutin setiap bulan. Jika usaha masih kecil, lebih baik fokus membangun pelanggan terlebih dahulu sebelum menambah tenaga kerja.
e. Penggunaan Mesin Produksi
Pada tahap awal memulai usaha mieso, penggunaan peralatan manual biasanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi harian.
Namun, ketika jumlah pelanggan mulai meningkat dan permintaan semakin banyak, pelaku usaha dapat mempertimbangkan penggunaan mesin untuk membantu proses produksi agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.
Beberapa mesin yang dapat dipertimbangkan ketika usaha sudah berkembang antara lain:
- Mesin pembuat mie untuk menghasilkan mie sendiri dengan ukuran dan kualitas yang lebih konsisten.
- Mesin meat mixer untuk mencacah, menghaluskan, mengaduk, dan meratakan adonan daging secara cepat dan homogen.
- Mesin penggiling daging untuk membantu menggiling daging agar lebih cepat dan menghasilkan tekstur yang seragam.
- Mesin pencetak bakso untuk mencetak bakso secara otomatis dan meningkatkan jumlah produksi harian.
- Penyimpanan seperti freezer atau chiller untuk menjaga kualitas bahan baku tetap segar.
Namun, penggunaan mesin tidak harus dilakukan sejak awal karena investasi alat tersebut membutuhkan biaya tambahan.
Bagi pemula, lebih baik fokus terlebih dahulu pada membangun pelanggan, menjaga kualitas rasa, dan memastikan penjualan stabil.
Mesin bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga menjadi investasi bisnis jangka panjang yang dapat membantu usaha mieso berkembang dari skala kecil menjadi lebih profesional.
Analisa, Simulasi Omzet dan Keuntungan Usaha Mieso

Banyak orang tertarik membuka usaha mieso karena melihat ramainya penjual mie ayam dan bakso di berbagai tempat. Namun, sebelum benar-benar terjun ke bisnis ini, satu pertanyaan penting sering muncul: “Kalau jualan mieso setiap hari, sebenarnya bisa dapat keuntungan berapa?”
Jawabannya tentu bergantung pada banyak faktor, seperti harga jual, jumlah porsi yang terjual, biaya bahan baku, lokasi usaha, hingga kemampuan mengelola pengeluaran.
Berikut contoh simulasi perhitungan usaha mieso skala kecil hingga berkembang.
1. Asumsi Dasar Penjualan Usaha Mieso
Sebelum menghitung keuntungan, kita perlu menentukan beberapa asumsi dasar terlebih dahulu.
Misalnya:
- Harga jual per porsi: Rp12.000
- Jumlah penjualan rata-rata: 50 porsi per hari
- Hari operasional: 30 hari per bulan
Maka perhitungan omzet bulanan:
Omzet = Jumlah penjualan rata-rata × Harga jual per porsi × Hari operasional
50 porsi × Rp12.000 × 30 hari = Rp18.000.000
Artinya, jika mampu menjual sekitar 50 porsi setiap hari, usaha mieso berpotensi menghasilkan omzet sekitar Rp18 juta per bulan.
Namun, omzet bukan berarti keuntungan bersih. Dari angka tersebut masih harus dikurangi berbagai biaya operasional.
2. Perhitungan Biaya Produksi Usaha Mieso
Dalam bisnis makanan, biaya bahan baku menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Untuk usaha mieso, biaya produksi biasanya mencakup mie, bakso, ayam, kuah, bumbu, sayuran, pelengkap, hingga kemasan.
Contoh perhitungan biaya produksi:
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya/Bulan |
| Mie dan bahan utama | Rp2.500.000 |
| Bakso dan bahan protein | Rp2.500.000 |
| Sayuran, bumbu, dan pelengkap | Rp1.500.000 |
| Gas dan kebutuhan dapur | Rp500.000 |
| Kemasan (jika melayani online) | Rp500.000 |
Total biaya bahan baku: ± Rp7.500.000/bulan
Jika ditambah biaya operasional lainnya:
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya/Bulan |
| Sewa tempat | Rp1.500.000 |
| Listrik dan air | Rp300.000 |
| Promosi dan pemasaran | Rp500.000 |
| Biaya tak terduga | Rp500.000 |
Total biaya operasional tambahan: ± Rp2.800.000/bulan
Jadi total perkiraan pengeluaran:
Rp7.500.000 + Rp2.800.000 = Rp10.300.000/bulan
3. Simulasi Keuntungan Bersih Usaha Mieso
Setelah mengetahui omzet dan biaya, kita bisa menghitung perkiraan keuntungan.
Omzet penjualan:
Rp18.000.000
Total biaya operasional:
Rp10.300.000
Maka:
Omset – biaya operasional = laba bersih
Rp18.000.000 – Rp10.300.000 = Rp7.700.000
Jadi, dengan penjualan sekitar 50 porsi per hari, usaha mieso berpotensi menghasilkan keuntungan sekitar:
± Rp7 juta – Rp8 juta per bulan
Tentunya angka tersebut masih dapat berubah tergantung kondisi usaha. Jika lokasi lebih ramai dan jumlah penjualan meningkat, keuntungan yang diperoleh juga bisa lebih besar.
4. Simulasi Jika Penjualan Meningkat
Bagaimana jika usaha mulai dikenal dan jumlah pelanggan bertambah?
Misalnya penjualan meningkat menjadi:
- 100 porsi/hari
- Harga jual: Rp12.000
- Operasional: 30 hari
Maka omzet:
100 × Rp12.000 × 30 = Rp36.000.000/bulan
Dengan peningkatan jumlah produksi, biaya bahan baku memang ikut naik. Namun, beberapa biaya seperti sewa tempat, peralatan, dan promosi tidak selalu bertambah secara signifikan.
Hal ini membuat keuntungan bisa meningkat lebih besar dibandingkan saat usaha masih kecil.
Contoh:
Omzet: Rp36.000.000
Biaya operasional: ± Rp19.000.000
Perkiraan keuntungan:
Rp36.000.000 – Rp19.000.000 = Rp17.000.000
Artinya, ketika usaha sudah memiliki pelanggan tetap, peluang mendapatkan keuntungan belasan juta rupiah per bulan semakin terbuka.
Strategi Meningkatkan Keuntungan Usaha Mieso

Mendapatkan keuntungan besar bukan hanya soal menjual lebih banyak porsi, tetapi juga bagaimana meningkatkan nilai setiap transaksi.
Sebagai pelaku usaha harus menyiapkan strategi yang dapat meningkatkan keuntungan agar omset makin maksimal. Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain:
a. Menambahkan Menu Pelengkap
Jangan hanya mengandalkan penjualan mieso saja. Tambahkan produk pendamping seperti:
- Es teh.
- Es jeruk.
- Gorengan.
- Pangsit.
- Bakso tambahan.
- Ceker pedas.
Misalnya, jika setiap pelanggan rata-rata menambah minuman Rp5.000, maka omzet harian bisa meningkat tanpa harus mencari pelanggan baru.
b. Membuat Paket Hemat
Paket dapat meningkatkan jumlah pembelian pelanggan.
Contoh:
- Paket mieso + es teh: Rp15.000
- Paket keluarga isi 3 porsi: Rp40.000
Strategi seperti ini membuat pelanggan merasa mendapatkan harga lebih menarik.
c. Memanfaatkan Layanan Pesan Antar
Saat ini banyak pelanggan mencari makanan melalui aplikasi online. Dengan masuk ke layanan pesan antar, usaha mieso bisa menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus menambah tempat usaha.
Namun, perlu memperhitungkan biaya layanan agar harga jual tetap memberikan keuntungan.
d. Menggunakan Mesin Saat Produksi Mulai Ramai
Ketika jumlah pesanan meningkat, proses manual bisa menjadi kendala karena membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak. Pada tahap ini, investasi mesin dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi.
Contohnya:
- Mesin pembuat mie.
- Mesin penggiling daging.
- Mesin pencetak bakso.
Dengan bantuan mesin, produksi bisa menjadi lebih cepat, jumlah pesanan yang mampu dilayani meningkat, dan kualitas produk lebih konsisten.
Perkiraan Balik Modal Usaha Mieso
Misalnya modal awal yang digunakan:
- Gerobak dan peralatan: Rp8.000.000
- Bahan baku awal: Rp1.000.000
- Promosi awal: Rp500.000
Total modal:
Rp9.500.000
Jika keuntungan bersih rata-rata:
Rp7.000.000/bulan
Maka perkiraan balik modal:
Rp9.500.000 ÷ Rp7.000.000 = sekitar 1–2 bulan
Namun, perhitungan ini merupakan simulasi ideal. Pada kondisi nyata, waktu balik modal bisa lebih lama karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diatas.
Cara Memulai Usaha Mieso untuk Pemula
Punya keinginan membuka usaha kuliner, tapi masih bingung harus mulai dari mana?
Jangan khawatir, usaha mieso bisa menjadi pilihan menarik untuk pemula karena memiliki pasar yang luas dan bisa dimulai dari skala kecil. Agar tidak salah langkah, berikut beberapa hal penting yang perlu dilakukan sebelum membuka usaha mieso.
- Tentukan Konsep Usaha Mieso yang Sesuai Modal
Langkah pertama adalah menentukan konsep bisnis yang ingin dijalankan. Apakah ingin mulai dari gerobak, booth, usaha rumahan, atau langsung membuka kedai?
- Buat Mieso dengan Cita Rasa yang Berbeda
Persaingan usaha mie dan bakso cukup tinggi, sehingga produk harus memiliki keunggulan tersendiri. Ciptakan ciri khas melalui kuah yang lezat, pilihan topping menarik, porsi yang pas, atau varian rasa yang membuat pelanggan ingin kembali.
- Hitung Modal dan Keuntungan Sejak Awal
Hitung kebutuhan modal, biaya bahan baku, harga jual, hingga target keuntungan. Dengan pencatatan yang rapi, Anda bisa mengetahui perkembangan bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
- Pilih Lokasi dengan Potensi Pembeli Tinggi
Lokasi yang tepat dapat menentukan ramai atau tidaknya usaha. Area dekat sekolah, kampus, perkantoran, kawasan kos, atau tempat ramai lainnya bisa menjadi pilihan karena memiliki peluang pelanggan harian yang lebih besar.
- Gunakan Promosi Digital untuk Menarik Pelanggan
Saat ini promosi tidak harus mahal. Manfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk, tampilkan foto makanan yang menggugah selera, buat promo pembukaan, dan manfaatkan layanan pesan antar agar jangkauan pelanggan semakin luas.
- Kembangkan Usaha Ketika Penjualan Mulai Stabil
Jika usaha sudah ramai dan jumlah pesanan meningkat, jangan ragu untuk melakukan pengembangan. Tambahkan menu baru, tingkatkan kapasitas produksi, atau gunakan mesin seperti mesin pembuat mie, penggiling daging, maupun pencetak bakso agar proses produksi lebih cepat dan efisien.
Jadi, tunggu apa lagi?
Jika membutuhkan serangkaian mesin bakso untuk mendukung usaha mieso Anda, segera hubungi admin Futake Bakso sekarang gratis dan dapatkan penawaran harga yang terjangkau!
